Wednesday, January 13, 2010

Assigment from Ms. Deka (Indonesian)

Posted by Jeann Ardhita Kembangkhana at 6:53 AM
dear ms. deka,
maaf ya ibu, hari kamis minggu lalu saya tidak sempat hadir di kelas ibu di karenakan mengikuti kegiatan rekaman. kata teman teman ibu deka memberikan tugas kepada kami semua, nah yang saya dengar dari teman teman, ibu memberikan kami tugas tentang mengarang cerita rakyat dari daerah masing masing ya ?, tetapi saya masih bingung ibu menugaskan kami mengarang atau mencari cerita rakyat ?. nah karena waktu saya mepet untuk mengerjakan tugas ibu akhirnya, saya mencar di internet dan membacanya kembali sesudah itu saya ringkas dan saya masukkan ke blog saya.


DATUK RI BANDANG

Datuk ri Bandang tiba di pantai Makassar, di pelabuhan Tallo pada tahun 1605 dengan menumpang sebuah perahu ajaib. Setibanya di pantai, ia melakukan shalat yang membuat heran penduduk setempat yang melihatnya. Mendengar kabar tersebut, Raja Tallo Karaeng Matoaya pun berkeinginan di pagi hari buta itu ke pantai untuk menyaksikan Datuk ri Bandang mengerjakan shalat subuh. Saat baginda ingin ke pantai, di depan gerbang halaman istana, ia bertemu seorang laki-laki bersorban hijau dan berjubah putih. Orang itu menjabat tangan sang raja, setelah itu menuliskan di atas telapak tangan baginda Kalimat Syahadat.

“Perlihatkan telapak tangan baginda kepada orang pendatang yang disangka orang ajaib itu!” ucap orang yang bersorban hijau dan berjubah putih itu kepada Raja Tallo lalu menghilang.

Sang raja pun bergegas ke pantai tempat pendatang itu menambatkan perahunya. Setibanya di pantai, ia memperlihatkan tangannya kepada Datuk ri Bandang sesuai pesan orang berjubah putih itu. Setelah membaca apa yang tersurat di atas telapak tangan baginda, maka bertanyalah Datuk ri Bandang kepadanya.

“Tahukah baginda siapa gerangan yang menulis di atas telapak tangan baginda?”

“Tidak”, jawab baginda

“Baginda sudah menerima Islam langsung dari Rasulullah Muhammad SAW, karena yang menemui baginda dan menulis di atas telapak tangan baginda, niscaya adalah Nabi Muhammad SAW, yang telah menjelmakan diri di negeri baginda,” lanjut Datuk ri Bandang.

Orang-orang Makassar, lalu mengatakan peristiwa itu, Makkasaraki Nabbiya (artinya: Nabi menampakkan/menjelmakan diri). Demikianlah maka Raja Tallo dianggap telah memeluk Islam sebelum diajari oleh Datok ri Bandang.

Cerita yang mirip dongeng ini banyak dipercaya oleh sebagian masyarakat Makassar. Hingga sekarang masih dikisahkan oleh orangtua kepada anak dan cucunya. Apakah anda sudah pernah mendengarnya?

Kebenaran hikayat ini tentu sangat layak diperdebatkan. Meski bila merujuk informasi sejarah resmi Makassar, nama-nama tokoh dalam hikayat ini memang nyata, seperti Datuk ri Bandang yang dikenal luas sebagai penyebar agama Islam di Makassar, yang namanya pun diabadikan sebagai salah satu jalan di Kota Makassar.

Catatan sejarah juga menyebutkan bahwa Kerajaan Makassar-Tallo di abad ke-16 dan 17 dikenal luas mempraktekkan toleransi agama yang kuat, meski Islam telah menjadi agama dominan di masa itu. Pengaruh Islam dan agama-agama lainnya mudah masuk ke Makassar seiring dengan pesatnya perkembangan perdagangan di abad ke-16 yang mengukuhkan posisi Makassar sebagai pusat dagang yang dominan di Nusantara, dan bahkan menjadi salah satu bandar paling sibuk dan terbesar di Asia Tenggara.

0 comments:

Post a Comment

 

Bule Monyet Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez