Thursday, January 28, 2010

Naskah Pidato

Posted by Jeann Ardhita Kembangkhana at 5:29 AM
Jadi ms. dheka nyuruh kita buat bikin naskah pidato, akhir tugas dari pekerjaannya dia sebagai guru bahasa indonesia di SMA Dwiwarna (next week continue college), sad is it ? heeem hyou know when we say hey to someone soon or later we're going to say goodbye to someone too. I HATE GOODBYE, but its just the way it is, goodbye means say hello to another.

Dear Ms. Dheka,
Ini tugas terakhir yang ibu kasihkan ke kami (12) i hopee you enjoyed it =D


Hari ke-100 Pimpinan SBY-Boediono

Assalamualaikum Wr. Wb. ,

Yth. Ibu Kepala Sekolah SMA Dwiwarna

Yth. Wakil Kepala Sekolah Bag. Kurikulum, Kesiswaaan, dan Keasramaan

Yth. Guru guru dan Aktivis SMA Dwiwarna

Dan yang saya banggakan Teman teman dan Kakak Kelas Sekalian

Pertama tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah mempertemukan kita ditempat yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat Wal-Alfiat. Dalam kesempatan ini saya selaku salah satu siswa SMA Dwiwarna yang mampu berpikir kritis akan menyampaikan Pidato yang berjudul Hari ke-100 Pimpinan SBY-Boediono.

Hadirin Sekalian,

Seperti yang dijanjikan oleh Pasangan pemimpin kita sekarang, SBY-Boediono sekarang salah satunya adalah Program Pemberantasan Korupsi dalam 100 Hari pemerintahan SBY-Boediono. Tepat pada tanggal 28 Januari 2010 ini genap 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Pada hari ke-100 ini rakyat hendak menagih-nagih janji SBY-Boediono untuk menuju perubahan secara realistis ini, terutama ‘masa uji coba’ dalam 100 hari untuk membuktikan SBY-Boediono ini bisa mengemban amanah rakyat yang diberikan kepada mereka. Hari ke-100 Pimpinan SBY-Boediono ini terlihat gagal dari janji pemberantasan korupsi yang akan dilakukannya hanya dengan 100 hari pertama pemerintahannya.

Memasuki 100 hari SBY- Boediono sebagian kalangan kritis menilainya gagal. Program 100 hari yang dijanjikan justru menjadi kabur akibat menguatnya kasus Bank Century yang menyita perhatian public dan pengamat politik. Kasus Bank Century merambah ke berbagai lini hingga klimaksnya menjadi gurita bagi legitimasi pemerintahan SBY-Boediono. Isu pemakzulan dan pergantian menteri sempat diembuskan.

Maka dalam memasuki hari ke-100 pemerintahan SBY-Boediono ini menjadi hari yang sangat menentukan kinerja SBY-Boediono di mata rakyat Indonesia. Berbagai taburan janji kampanye dan harapan besar sebagian rakyat untuk melakukan perubahan di negeri ini menjadi beralasan. Tentunya masing masing harapan rakyat di interpretasikan berbeda sesuai dengan nalar masing masing, minimal rakyat mengharapkan perubahan yang lebih baik kedepannya seperti apa yang dijanjikan SBY-Boediono.

Hadirin Sekalian,

Jika dicermati baik baik SBY-Boediono membentuk Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, tetapi tetap saja janjinya tidak ditetapkannya, terutama harapan rakyat dengan omongan kampanye SBY-Boediono Program 100 hari tersebut. Tentunya SBY-Boediono terpilih akibat kepopularitasannya yang melangit, kemudian mengalami penurunan setelah pembuatan dan pengeluaran buku ‘GURITA CIKEAS’ yang perlahan-lahan membongkar semua masalah masalah dan oknum pemerintah yang terlibat dalam kasus bank century. Kasus Bank Century yang kunjung belum usai ini menyita banyak waktu SBY-Boediono untuk di selesaikan secepatnya.

Ditengah tengah peliknya persoalan rakyat yang mendera, SBY-Boediono harus mengevaluasi kinerja kerja dan dikancah lebih serius lagi sebagai bagian yang harus dikontrol oleh pemimpin kita ini. Nah beberapa program yang disemarakan SBY-Boediono selama pasca pelantikannya yaitu ada dua hal, Supremasi hukum, terutama menuntaskan penyelewengan Korupsi dan pensejahteraan rakyat. Dua hal pokok yang menjadi target SBY-Boediono ini harus ditangani oleh pemerintah dengan serius tanpa mengabaikan persoalan lainnya.

Hadirin Sekalian ,

Maka jika 100 hari pemerintahan SBY-Boediono yang menjadi dasar penilaian kinerjanya, tampaknya sulit diharapkan terjadinya perubahan signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam waktu yang dekat. Selain itu, posisi Boediono selaku wapres dan Sri Mulyani menteri keuangan menjadi beban pemerintahan, sebab keduanya mengalami penurunan citra sehingga kinerja ke depan menghadapi sejumlah persoalan, termasuk soal legitimasi.


Meski begitu, SBY masih memiliki "kekuatan" berupa dukungan masyarakat, hanya saja mampukah pemerintahan SBY- Boediono mempertahankan kepercayaan rakyat itu dengan menjalankan pemerintahnnya secara optimal dalam memikul amanah rakyat hingga 2014, dengan melakukan perubahan- perubahan secara proporsional demi kesejahteraan rakyat.

Akhir Kata, SBY-Boediono memang sangat memerlukan evaluasi cara kinerja pemerintahannya.Sekian Dari Saya, Mohon Maaf jika ada salah kata.

Terima Kasih,

Wassalamualaikum Wr. Wb.

0 comments:

Post a Comment

 

Bule Monyet Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez